Sholat adalah tiang agama, ibadah yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat.
Rasulullah ﷺ bersabda : “Amalan seorang hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalannya. Jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalannya.”
(HR. Tirmidzi, no. 413; dinilai hasan oleh Al-Albani)
Agar sholat kita sah dan diterima oleh Allah, penting untuk memahami syarat dan rukun sholat. Karena tanpa keduanya, sholat tidak sah.
Syarat Sholat
Syarat artinya sesuatu yang harus ada sebelum sholat dikerjakan. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka sholat tidak sah. Para ulama menyebutkan syarat sholat ada beberapa:
- Suci dari hadats kecil dan besar
- Dengan berwudhu untuk hadats kecil, dan mandi junub untuk hadats besar.
- Dalil: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku…” (QS. Al-Ma’idah: 6).
- Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis
- Rasulullah ﷺ bersabda: “Jauhilah oleh kalian kotoran, karena kebanyakan azab kubur itu darinya.” (HR. Ibnu Majah, no. 348).
- Menutup aurat
- Laki-laki: dari pusar sampai lutut.
- Perempuan: seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
- Dalil: “Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (QS. Al-A’raf: 31).
- Masuk waktu sholat
- Tidak sah sholat sebelum waktunya tiba.
- Dalil: “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103).
- Menghadap kiblat
- Dalil: “Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram…” (QS. Al-Baqarah: 144).
- Niat
- Letaknya di dalam hati, bukan dilafalkan.
Rukun Sholat
Rukun sholat adalah bagian dari sholat yang harus dilakukan di dalam sholat. Jika salah satu rukun ditinggalkan, sholat tidak sah. Jumlah rukun sholat menurut jumhur ulama ada 13 :
- Berdiri bagi yang mampu
- Dalil: “Dirikanlah sholat…” (QS. Al-Baqarah: 43).
- Takbiratul ihram
- Rasulullah ﷺ bersabda: “Kunci shalat adalah thaharah, yang mengharamkannya (memulai shalat) adalah takbir…” (HR. Abu Dawud, no. 61).
- Membaca Al-Fatihah
- Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah).” (HR. Bukhari no. 756, Muslim no. 394).
- Rukuk dengan tuma’ninah
- I’tidal dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Duduk tasyahhud akhir
- Membaca tasyahhud akhir
- Shalawat kepada Nabi ﷺ dalam tasyahhud akhir
- Salam pertama
- Tertib (berurutan)
- Tuma’ninah pada setiap gerakan
Poin Ringkas
- Syarat sholat: suci hadats/najis, menutup aurat, masuk waktu, menghadap kiblat, niat.
- Rukun sholat: 13 rukun (berdiri, takbiratul ihram, Al-Fatihah, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahhud akhir, shalawat Nabi, duduk tasyahhud, salam, tertib, tuma’ninah).
Hikmah & Manfaat Memahami Syarat dan Rukun Sholat
- Sholat menjadi sah sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
- Hati lebih tenang karena yakin ibadahnya diterima.
- Menghindarkan diri dari kelalaian dalam ibadah.
- Menambah rasa khusyuk dalam sholat.
- Menjadi bekal untuk mengajarkan orang lain.
________________________________________________________________________________________________________________
Mengetahui syarat dan rukun sholat adalah bagian penting agar ibadah kita benar. Jangan sampai sholat dikerjakan hanya karena kebiasaan, tetapi tidak sah karena meninggalkan syarat atau rukunnya.
Mari kita perbaiki sholat kita, karena ia adalah ibadah yang paling utama di sisi Allah.
“Ya Allah, jadikanlah sholat kami sebagai penolong dalam hidup, cahaya di kubur, dan penyelamat di akhirat. Limpahkan pahala kepada penulis, pembaca, dan semua muslim yang berusaha memperbaiki sholatnya. Aamiin.“