بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Pakaian adalah nikmat besar dari Allah ﷻ. Dengannya, manusia dapat menutupi aurat, melindungi diri dari panas dan dingin, serta tampil dengan sopan. Karena pakaian adalah karunia yang sangat penting, Islam mengajarkan doa khusus ketika mengenakannya sebagai bentuk syukur kepada Allah. Doa ini memiliki makna mendalam, sekaligus menjadi pengingat agar pakaian yang digunakan tidak menyeret seseorang kepada kesombongan dan sikap berlebih-lebihan.
Dalil Al-Qur’an
1. Pakaian adalah nikmat Allah
Allah ﷻ berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ
“Wahai anak Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan sebagai perhiasan…”
(QS. Al-A’raf: 26)
Ayat ini menunjukkan bahwa pakaian adalah nikmat dan simbol kemuliaan bagi manusia.
2. Perintah untuk bersyukur atas nikmat
Allah ﷻ berfirman:
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebutnya.”
(QS. Adh-Dhuha: 11)
Doa saat memakai pakaian adalah bentuk menyebut dan mensyukuri nikmat Allah.
Dalil Sunnah (Hadits Shahih)
1. Doa mengenakan pakaian
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
Jika seseorang mengenakan pakaian, maka ucapkanlah:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي
“Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian untuk menutupi auratku dan berhias dengannya dalam hidupku.”
(HR. Tirmidzi no. 1767 — Hasan)
2. Doa ketika memakai pakaian baru
Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji. Engkau yang memberiku pakaian ini. Aku memohon kebaikan pakaian ini dan kebaikan tujuan ia dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan ia dibuat.”
(HR. Abu Dawud no. 4020; Tirmidzi no. 1767)
Pendapat Ulama
1. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
Dalam Zadul Ma’ad (2/379), beliau berkata:
“Dzikir ketika mengenakan pakaian adalah bentuk syukur kepada Allah atas nikmat yang terus menerus diberikan. Dengan syukur, nikmat menjadi bertambah.”
2. Imam An-Nawawi rahimahullah
Dalam Al-Adzkar (hal. 95), ia menjelaskan:
“Disunnahkan bagi seorang muslim untuk mengucapkan doa ketika memakai pakaian baru maupun pakaian sehari-hari, karena hal itu termasuk dzikir yang memiliki keutamaan besar.”
3. Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Dalam Syarh Riyadhus Shalihin (jilid 3), beliau mengatakan:
“Doa ketika memakai pakaian baru mengandung permohonan perlindungan dari keburukan, sedangkan doa pakaian umum adalah syukur. Keduanya sunnah dan tidak sepatutnya ditinggalkan oleh seorang muslim.”
Doa-Doa Mengenakan Pakaian
1. Doa memakai pakaian
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian untuk menutupi auratku dan berhias dengannya.”
2. Doa memakai pakaian baru
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ…
Artinya:
“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji. Engkau yang memberiku pakaian ini. Aku memohon kebaikan pakaian ini dan kebaikan tujuan ia dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan ia dibuat.”
Faidah & Pelajaran Penting
- Mengakui bahwa pakaian adalah nikmat Allah, bukan sekadar hasil usaha.
- Menghindarkan diri dari kesombongan, karena pakaian sering kali menjadi sebab manusia berbangga diri.
- Menambah rasa syukur, yang menjadi sebab bertambahnya nikmat.
- Menghadirkan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari, termasuk aktivitas sederhana seperti berpakaian.
- Mengharapkan kebaikan dari pakaian, baik untuk menutup aurat maupun untuk keperluan lain yang diridhai Allah.
- Perlindungan dari keburukan, terutama ketika pakaian digunakan untuk maksiat atau kesombongan.
Kesimpulan
Doa mengenakan pakaian adalah sunnah Nabi ﷺ yang mengajarkan rasa syukur, tawadhu’, dan kesadaran bahwa nikmat apa pun yang kita miliki berasal dari Allah ﷻ. Dengan membiasakan doa ini, seorang muslim tidak hanya mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, tetapi juga menjaga hati dari kesombongan dan memperkuat hubungannya dengan Allah dalam setiap aspek kehidupan.